Ada sebuah perasaan unik melihat seorang Marlon Brando yang sebelumnya saya kenal lewat peran-perannya dalam film "The Godfather", "Last Tango in Paris" hingga "Superman" dimana dalam film-film tersebut ia telah memasuki usia 40 hingga 50an tahun, berakting dalam sebuah film disaat usianya baru menginjak 30 tahun. Jika dalam "The Godfather" dia berperan sebagai Vito Corleone yang merupakan seorang Don dari keluarga mafia Corleone, disin Brandon berperan sebagai Terry Malloy, seorang pria yang bekerja untuk kelompok gangster yang mengatur segala bisnis disebuah pelabuhan dengan kurang adil.
Terry yang awalnya begitu memihak pihak gangster yang telah memberinya pekerjaan mulai berubah pikiran setelah dia ikut terlibat dalam sebuah pembunuhan terhadap pria bernama Joey Doyle. Hati dan pikirannya makin tak menentu disaat Edie (Eva Marie Saint) yang merupakan adik dari Joey yang terus menerus menyelidiki misteri kematian sang kakak justru makin dekat dengan Terry dan keduanya mulai saling jatuh cinta. Tentu menjadi pilihan yang berat bagi Terry apakah dia akan terus menyimpan rahasia dan loyal pada kelompok gangster yang telah memberinya pekerjaan atau membeberkan semua fakta yang dia tahu pada publik termasuk pada Edie dengan resiko Edie akan membencinya bila tahu Terry terlibat dalam pembunuhan kakaknya.


















